Perhelatan event kedua Maguro yang bertajuk ‘Cast and Camp with Maguro and Friend’ baru saja diadakan di Bendungan Tirta Gangga, Lampung Tengah, Lampung, Sabtu-Minggu (7-8/1). Sebanyak 46 tim dari berbagai komunitas mancing di wilayah Lampung, Palembang hingga Pulau Jawa turut hadir memeriahkan acara ini.

Cast and Camp kali ini berlokasi di sebuah bendungan yang terletak di Seputih Banyak, Lampung Tengah. Dipilihnya Tirta Gangga sebagai lokasi acara tidak terlepas dari masih baiknya potensi ikan yang ada di sana, khususnya spesies Gabus. Sesuai dengan kategorinya, lomba mancing ini menggunakan metode casting dan menjadikan Gabus sebagai target perlombaan. Kategori ikan yang sama dengan kegiatan sebelumnya (Cast and Camp di Situ Cipule, Karawang, Jawa Barat – red).

Ketua Panitia Acara, Ujang Beo menyebutkan bahwa Tirta Gangga merupakan lokasi yang tepat jika dilihat dari segi potensi ikan Gabusnya. Terbukti, 42 ekor Gabus sukses didapatkan oleh para peserta- mengalahkan perolehan pada event di Cipule sebelumnya. “Secara pribadi, hasil strike ikan sebanyak 42 ekor belum memenuhi target. Namun perolehan itu termasuk bagus mengingat kondisi air bendungan yang berkurang serta sampah yang menggenang membuat hasil kurang maksimal,” jelas Ujang.

Sebelum acara dimulai, beberapa panitia lapangan dari Jakarta dan Lampung juga sempat menyambangi lokasi tersebut untuk memastikan kondisi spot. Pembina Maguro, Lastiyo Kusumo mengatakan, digelarnya acara ini di Lampung karena dari segi akses, lokasi ini cenderung mudah didatangi oleh para castinger baik dari wilayah Sumatera maupun Jawa.
“Intinya, Maguro ingin hadir sebagai wadah silaturahmi bagi para pemancing dari berbagai komunitas di seluruh Indonesia tanpa membeda-bedakan latar belakang komunitas maupun pemancing,” ucap Lastiyo saat memberikan sambutan acara, Minggu (8/1).

Selain menyatukan kegiatan mancing dengan berkemah agar lebih dekat dengan alam, event Cast and Camp juga menyampaikan pesan berupa sikap saling mempromosikan potensi wisata mancing oleh masing-masing peserta. Langkah tersebut menjadi ciri khas dari kegiatan ini karena di sela acara, para komunitas wajib memperkenalkan- diri dan potensi mancing di wilayah mereka.

“Ketika pemancing dari luar kota ingin mancing di Lampung misalnya, mereka (tuan rumah) bisa menjamu serta mengawal tamu mereka hingga bisa mancing bersama di spot yang biasa disambangi,” tambah Lastiyo. Mewakili seluruh panitia, Lastiyo mengucapkan banyak terima kasih kepada para peserta yang sudah antusias hadir untuk memeriahkan acara ini. Terlebih bagi para seluruh pihak yang telah mendukung hingga terselenggaranya acara Cast and Camp di Tirta Gangga.

Kepala Desa Swastika Buana, Nengah Sudana menyebutkan pihaknya menyambut baik kegiatan Cast and Camp ini. Alasan utamanya adalah efek positif dari kegiatan ini mampu membuka peluang ekonomi bagi warga sekitar. “Selama 10 tahun menjadi kepala desa, baru kali ini desa kami dijadikan lokasi kegiatan mancing. Kami di sini sangat mengapresiasi dan bangga. Efek yang sangat terasa yaitu warga kami mendapatkan keuntungan dari makanan dan minuman yang mereka jajakan,” tambah Nengah.

Nengah berharap agar kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan secara rutin. Untuk segala kekurangan yang ada, Nengah mewakili warga sekitar meminta kepada seluruh orang yang hadir untuk memakluminya. “Kami sudah mengajukan permohonan kepada Pemerintah Daerah khususnya Dinas Pariwisata untuk melengkapi seluruh fasilitas wisata di Tirta Gangga seperti toilet dan lampu penerangan. Itu merupakan apresiasi yang selalu kami perjuangkan ke tingkat Kabupaten,” tegas Nengah.

Kegiatan Cast and Camp with Maguro & Friends II berlangsung selama- dua hari, diikuti oleh 138 peserta yang berasal dari 22 komunitas dan tergabung dalam 46 tim. Peserta atas nama Kang Dayat dari komunitas Saung Desa, Bekasi, Jawa Barat berhasil keluar sebagai juara pertama usai mendapatkan Gabus dengan panjang 40 cm. (SM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *